Grafik Perkembangan

Berita Terbaru

new

Februari 2015 di Kota Batam Deflasi 0,51 Persen
2 Mar 2015

Pada Februari 2015 di Kota Batam terjadi deflasi sebesar 0,51 persen. Dari 23 kota IHK di Sumatera, tercatat seluruh kota mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Bukit Tinggi sebesar 2,35 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,29 persen. Sedangkan secara nasional sebanyak 70 kota mengalami deflasi dan hanya 12 kota yang mengalami inflasi.
Deflasi di Kota Batam disebabkan turunnya indeks kelompok bahan makanan sebesar 2,73 persen, kelompok sandang sebesar 0,26 persen, dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,60 persen. Sedangkan kenaikan indeks harga di Kota Batam terjadi pada kelompok Selengkapnya..


Februari 2015 Kota Tanjungpinang Deflasi 0,43 Persen
2 Mar 2015

Pada Februari 2015 di Kota Tanjungpinang terjadi deflasi sebesar 0,43 persen. Dari 23 kota IHK di Sumatera, tercatat seluruh kota mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Bukit Tinggi sebesar 2,35 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,29 persen. Sedangkan secara nasional sebanyak 70 kota mengalami deflasi dan hanya 12 kota yang mengalami inflasi.
Deflasi di Kota Tanjungpinang disebabkan turunnya indeks kelompok bahan makanan sebesar 1,21 persen, dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,92 persen. Sedangkan kenaikan indeks harga di Kota Tanjungpinang terjadi pada kelompok bahan makanan Selengkapnya..


Februari 2015 NTP Kepulauan Riau Tercatat 100,54
2 Mar 2015

Pada Februari 2015 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 100,54 mengalami kenaikan sebesar 1,17 persen dibanding NTP pada Januari 2014.
NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 96,49; NTP subsektor Hortikultura sebesar 103,45; NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 84,84; NTP subsektor Peternakan sebesar 105,87; dan NTP subsektor Perikanan sebesar 111,35.
Pada Februari 2015 di Provinsi Kepulauan Riau tercatat deflasi perdesaan sebesar 0,41 persen yang dipicu oleh turunnya indeks subkelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; subkelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga; serta subkelompok transportasi dan komunikasi. Sebalikny Selengkapnya..