Grafik Perkembangan

Berita Terbaru

new

Ekonomi Kepri Tahun 2014 Tumbuh 7,32 Persen
5 Feb 2015

Perekonomian Kepulauan Riau tahun 2014 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 182,92 triliun dan PDRB perkapita mencapai Rp95,4 juta atau US$ 8.392,3.
Ekonomi Kepulauan Riau tahun 2014 tumbuh 7,32 persen meningkat dibanding tahun 2013 sebesar 7,11 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 11,90 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 11,99 persen.
Ekonomi Kepulauan Riau triwulan IV-2014 bila dibandingkan triwulan IV-2013 (y-on-y) tumbuh sebesa Selengkapnya..


Januari 2015 Kota Batam Deflasi Sebesar 0,41 Persen
2 Feb 2015

Pada Januari 2015 di Kota Batam terjadi deflasi sebesar 0,41 persen. Dari 23 kota IHK di Sumatera, tercatat sebanyak 17 kota mengalami deflasi dengan tertinggi terjadi di Kota Padang sebesar 1,98 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,12 persen. Sedangkan sebanyak 6 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,39 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 0,10 persen.  
Deflasi di Kota Batam disebabkan turunnya indeks kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 4,20 persen. Sedangkan Inflasi di Kota Batam disebabkan oleh naiknya indeks kelompok bahan m Selengkapnya..


Januari 2015 Tanjungpinang Inflasi Sebesar 0,19 Persen
2 Feb 2015

Pada Januari 2015 di Kota Tanjungpinang terjadi inflasi sebesar 0,19 persen. Dari 23 kota IHK di Sumatera, tercatat sebanyak 6 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,39 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 0,10 persen. Sedangkan 17 kota lainnya mengalami deflasi dengan tertinggi terjadi di Kota Padang sebesar 1,98 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,12 persen.  
Inflasi di Kota Tanjungpinang disebabkan oleh naiknya indeks kelompok bahan makanan sebesar 2,82 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,34 persen; kelompok perum Selengkapnya..