Jumlah angkatan kerja pada bulan Februari 2012 mencapai 891.217 orang,...
Kinerja perekonomian Kepri pada triwulan I tahun 2012 bila dibandingkan...
Indeks Tendensi Konsumen adalah indikator perkembangan ekonomi terkini...
Ketentuan Ujian Tahap I Ujian Tahap I diselenggarakan pada hari Sabtu,...
Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam pada Bulan April 2012 mengalami...
Jumlah angkatan kerja pada bulan Februari 2012 mencapai 891.217 orang, meningkat sebanyak 43.220 orang dibandingkan dengan keadaan Agustus 2011, yaitu sebesar 847.997 orang; atau bertambah sebanyak 54.608 orang jika dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja pada bulan Februari 2011, yaitu sebesar 836.609 orang.
Kinerja perekonomian Kepri pada triwulan I tahun 2012 bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), yang digambarkan oleh PDRB atas dasar harga konstan tumbuh sebesar 1,48 persen. Pertumbuhan tersebut terjadi pada hampir semua sektor, hanya sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan yang mengalami pertumbuhan negatif sebesar 0,38 persen.
PDRB Kepri pada triwulan I tahun 2012 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2011 (y on y) mengalami pertumbuhan sebesar 7,63 persen.
Indeks Tendensi Konsumen adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.Responden STK merupakan sub sampel dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) khusus di daerah perkotaan. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu.
Ketentuan Ujian Tahap I
Ujian Tahap I diselenggarakan pada hari Sabtu, 12 Mei 2012.
Waktu ujian dimulai serentak di seluruh Indonesia:
Ujian diselenggarakan selama lebih kurang 3,5 jam nonstop tanpa istirahat.
Peserta ujian siap di lokasi pada tempat duduk yang telah ditentukan 60 menit sebelum ujian dimulai.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam pada Bulan April 2012 mengalami penurunan dari 125,58 pada Bulan Maret 2012 menjadi 125,55 atau terjadi deflasi sebesar 0,02 persen. Deflasi pada bulan ini merupakan deflasi yang kedua selama Tahun 2012, setelah sebelumnya pada Bulan Februari juga mengalami deflasi sebesar 0,43 persen. Terjadinya perubahan harga-harga pada 79 komoditi menjadi pemicu terjadinya deflasi di Kota Batam Bulan April 2012, dimana sebanyak 32 komoditi/jasa diantaranya mengalami penurunan harga/tarif, antara lain:

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tanjungpinang pada Bulan April 2012 mengalami penurunan dari 130,78 pada Bulan Maret 2012 menjadi 130,40 atau terjadi deflasi sebesar 0,29 persen. Deflasi pada bulan ini merupakan deflasi yang ke tiga berturut-turut setelah pada Bulan Februari sebesar 0,31 persen dan Maret sebesar 0,20 persen. Terjadinya perubahan harga-harga pada 55 komoditi menjadi pemicu terjadinya deflasi di Kota Tanjungpinang Bulan April 2012, dimana sebanyak 23 komoditi/jasa diantaranya mengalami penurunan harga/tarif, antara lain:
Ekspor Migas dan Non-migas
Kegiatan Ekspor Provinsi Kepulauan Riau pada bulan Februari 2012 naik sebesar 16,17 persen dibanding Januari 2012, yaitu dari US$1.174,61 juta menjadi US$1.364,50 juta. Naiknya nilai ekspor Februari 2012 disebabkan oleh naiknya ekspor komoditi migas sebesar 47,71 persen atau bertambah US$205,38 juta. Sementara ekspor non-migas justru mengalami penurunan sebesar 2,08 persen atau turun US$15,49 juta.

Wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau selama bulan Maret 2012 tercatat sebanyak 152.045 orang atau mengalami kenaikan sebesar 25,12 persen dibanding kunjungan wisman selama bulan Februari 2012 yang hanya mencapai 121.521 orang. Konstribusi jumlah wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau terhadap jumlah seluruh wisman yang berkunjung ke Indonesia selama bulan Maret 2012 adalah 23,09 persen, dimana jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia tercatat sebanyak 658.602 orang.
Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di Provinsi Kepri pada Bulan April 2012, tercatat Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami penurunan sebesar 0,04 persen dibanding bulan Maret 2012, atau turun dari 105,18 menjadi 105,14.